Sebenarnya dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam, sehingga panas dalam itu nyatanya tidak ada. Hanya saja, banyak orang telanjur menganggap gejala yang timbul sebagai tanda "panas dalam". Karena ketika suhu tubuh penderita diukur, suhu tubuhnya normal. Hanya saja karena kebiasaan masyarakat menyebut panas dalam maka lahirlah istilah tersebut.
Panas dalam dapat disebabkan karena kekurangan vitamin C, kekurangan serat, kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), memakan makanan yang bersifat panas dan berlemak seperti gorengan, atau bahkan karena cuaca panas. Gejala panas dalam dapat juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor emosional seperti stres. Stres menyebabkan jam makan jadi kacau, hormon tidak stabil & daya tahan tubuh menurun.
Menurut pengertian tradisional, panas dalam dapat disebabkan pula oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat "panas" dan "dingin". Contoh makanan yang bersifat "panas" antara lain makanan gorengan, lemak, daging, cabai, jahe, dan lainnya; Sedangkan sayur-mayur dan buah-buahan bersifat dingin.[1]
Tanda dan gejala panas dalam pada setiap orang dapat berbeda-beda, tetapi gejala-gejala yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:[1]
- Gangguan pada mulut seperti seriawan, bibir pecah-pecah, bau mulut.
- Gangguan pencernaan seperti sembelit dan ambeien.
- Gangguan tenggorokan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan tenggorokan kering.
- Tubuh terasa tidak fit seperti bersin-bersin dan badan meriang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar